Jumat, 06 September 2019

Aku dan Masa Lalu


Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Setiap orang yang ada dimasa depan hadir bersama cerita yang sanggup mengantarkannya sampai titik ternyaman saat ini..
Akan selalu ada cerita tentang luka, kesedihan, rasa kecewa, putusnya harapan, banyak.

Namun,
Kenapa bisa hari ini mereka terlihat seolah tak pernah mengalami hal tersebut?
Bahkan kita melihatnya baik-baik saja.
Benar.

Menerima-Memaafkan-Melupakan.
Ketiganya harus menjadi ramuan untuk luka-luka yang mungkin mengering tapi masih terasa; tepatnya disaat seseorang datang kemudian mengingatkan.
Yah, luka memang selalu berbekas.

Ada yang salah?
Tidak.
Itu bagian dari takdir.
Kau tahu, genting atap rumahmu?
Yang selalu ada memberikan keteduhan, kenyamanan dan rasa aman.
Darimana dia berasal?
Tanah.

Tanah akan melewati prosesnya.
Digiling, dihaluskan, dibentuk, disimpan dibawah terik matahari untuk kemudian dibakar.
Apakah prosesnya mudah?
Tentu tidak.
Begitupun dengan masa-masa sulit dibelakangmu.
Itu adalah langkah pembentukan.
Proses dimana Allah sedang mempersiapkanmu menjadi hamba terbaik hari ini.

Tidak ada yang mudah bukan?
Sulit dan sakit.
Namun, jika kamu tidak mengambil langkah untuk menerima bahwa itu semua memang sudah terjadi. Mendendam dalam hati dan kamu simpan sampai tak ada yang mengetahui, apakah hatimu akan baik-baik saja?
Tidak.
Kesakitan itu akan selalu ada.
Bayangan itu takkan pergi.

Terima.
Berdialoglah dengan hati, bahwa kamu sudah menerima.
Maafkan.
Maafkan dirimu. Manusia berhak mempunyai kesalahan.
Lupakan.
Masa depan yang cerah hanyalah bagi mereka yang berani untuk melangkah, mengambil sisa-sisa pelajaran untuk kemudian menjadi cermin bahwa takkan lagi ada celah untuk kembali bersalah.

Diri yang mulai menerima,

Risma Afrianti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku dan Masa Lalu

Bismillaahirrahmaanirrahiim... Setiap orang yang ada dimasa depan hadir bersama cerita yang sanggup mengantarkannya sampai titik tern...