Sabtu, 10 Agustus 2019

Terbaik Menurut-Nya













Bismillah

Aku pernah mengagumi seseorang
Hingga akhirnya terbuai dengan janji tanpa kepastian
Bukan; bukan pacaran.
Kami dekat tapi nyatanya saling berjauhan.
Hingga suatu hari
Aku tersadar akan sebuah impian
Sosok pujaan bukanlah dia yang datang tanpa niat keseriusan
Apalagi hanya untuk reminder tahajjud disepertiga malam.
Kau tahu, itu hanya kedok penuh kepalsuan.
Sampai menuju akhir cerita,
Kekagumanku kian meluruh tanpa aba-aba
Dia, bukan lagi menjadi “satu-satunya” yang kupinta.
Oh iya, mohon maaf sebelumnya.
Memang namamu yang kusebut penuh iba.
Tapi tidak lagi, versi terbaikku berganti menjadi versi terbaik-Nya.
Kufahami, hatikupun jelas dalam genggaman-Nya.
sehingga sampailah dipenghujung cerita,
Aku tak lagi menyebut nama siapapun dalam sujud panjang yang penuh makna
Bukan takut diakhir kan kecewa, hanya saja rasanya kian mudah berganti suka dan tidak.
Kumaknai “Satu-satunya” rasanya juga tidak.
Ada saat dimana hatiku meragu dan mematahkan rasa yang satu.
Sudah kujelaskan, tak ada nama siapapun.
Yang terbaik menurut-Nya, cukup melibihi apapun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku dan Masa Lalu

Bismillaahirrahmaanirrahiim... Setiap orang yang ada dimasa depan hadir bersama cerita yang sanggup mengantarkannya sampai titik tern...